Minggu, 25 Januari 2015

Januari 25, 2015
Remaja memang masih mengalami fase pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Hal ini mempengaruhi tingkat kestabilan emosi dan perilaku maupun pola pikirnya. Namun, keadaan yg dinamis ini tdk selalu menyebabkan remaja sulit mengontrol dirinya.

Bagi mereka yg sudah memiliki pedoman hidup yg baik dan dididik dengan pondasi yg kuat, akan mampu menyesuaikan diri dg lingkungan di sekitarnya. Mereka tak akan mudah larut dalam suasana hati yg sedang menurun, mereka juga bisa menentukan orentasi hidupnya sehingga tak mudah terombang-ambing oleh pengaruh lingkungan.

Remaja yang memiliki kepribadian matang seperti ini akan aktif mengembangkan potensi diri dan tidak akan membuang waktunya sia-sia. Mereka juga tak mudah galau apalagi terjerumus ke lingkungan negatif. Waktu yang mereka miliki selalu dimanfaatkan untuk aktualisasi diri dan berkreasi mencetak sebuah karya.

Remaja seperti ini biasanya berasal dari keluarga yg telah menanamkan pondasi agama yg kuat dan orientasi hidup yang jelas pada anak-anaknya. Kehangatan interaksi antar anggota keluarga serta dukungan dan motivasi orang tua terhadap cita-cita anak, menjadikan remaja semakin matang dalam berpikir dan bersikap.

Lingkungan masyarakat, pergaulan dengan teman sebaya maupun tayangan media memang turut mempengaruhi pola pikir dan sikap remaja. Namun, remaja yang telah memiliki konsep diri karena telah dididik di keluarganya, tak akan mudah ikut terseret arus negatif.

Karena itu, keluarga khususnya orang tua mempunyai peran yang utama dalam menjadikan remaja berkepribadian matang saat terjun di kehidupan nyata. Remaja yang siap mental dan spiritualnya ini akan terus produktif di lingkungannya. Mereka lah yang akan ikut berkontribusi membangun negeri ini. Mereka inilah generasi harapan bangsa.

0 komentar:

Posting Komentar