Minggu, 25 Januari 2015

Januari 25, 2015
Kita tahu bahwa remaja adalah fase yg paling optimal dalam beraktivitas. Fisiknya relatif kuat dan bugar sehingga memiliki energi lebih besar untuk berkarya. Begitupula daya pikir remaja tergolong dinamis, selalu muncul ide baru dan segar. Karakter remaja yang suka mencoba hal baru dan berani hadapi tantangan, menjadikan remaja berada pada fase usia yang potensial untuk menghasilkan karya sebanyak-banyaknya.

Berbeda bagi mereka yang telah memasuki usia dewasa, sudah banyak beban dan tanggungjawab yang dipikul. Selain itu, waktu yang terbatas menjadikannya tak bebas mengembangkan ide dan kreativitasnya. Pengalaman yg lebih banyak justru menjadikan orang-orang di usia dewasa memiliki banyak pertimbangan sebelum memutuskan sesuatu. Karena itu, mereka cendrung  tidak mau melakukan aktivitas beresiko atau menjalani tantangan baru.

Secara fisik pun, orang di usia dewasa tak sebugar para remaja. Bila tak hati-hati mengatur pola makan atau jarang berolahraga, orang dewasa akan rentan terkena berbagai penyakit ringan hingga serius.

Demikian besarnya potensi remaja sehingga bila masa remaja bisa dimanfaatkan dengan optimal tentu mereka akan menghasilkan banyak karya hebat. Lantas mengapa masih banyak remaja yang belum hasilkan karya gemilangnya? Justru tak sedikit dari remaja tersebut yang justru sering mengalami galau. Bahkan tak sedikit dari mereka yang berputus asa dan bertindak hal negatif.

Umumnya para remaja tersebut mengalami galau karena masalah persahabatan, asmara, hubungan dengan orang tua,atau akademis. Bagi orang dewasa, tentu masalah tersebut tergolong problem ringan yang seharusnya bisa diatasi para remaja tersebut. Karena bagi orang dewasa, masalah hidup itu jauh lebih banyak dan lebih kompleks dibanding yg dialami masa remaja.

Remaja masih mengalami emosi yang tidak stabil, hal ini karena produksi hormon adrenalin nya yang masih tinggi. Suasana hati para remaja mudah terpengaruh lingkungan, terutama teman-teman dan keluarganya. Karena itu, mereka sering moody atau tampak galau. Kadang good mood tapi kadang bad mood. Walau demikian, masih banyak juga remaja yang sudah piawai mengendalikan mood nya. Bahkan tergolong sudah bisa bersikap seperti orang dewasa umumnya.

Remaja adalah fase pencarian jati diri. Orientasi hidupnya masih bisa berubah-ubah. Umumnya mereka belum punya prinsip hidup yang dijunjung teguh. Namun, di luar itu semua tak sedikit pula ditemui remaja yg sudah memiliki orientasi hidup yg jelas. Mereka sudah paham dan yakin akan melangkahkan kakinya kemana. Mereka memiliki pedoman hidup yang jelas.
Meski belum memiliki banyak pengalaman hidup, namun remaja yg sudah matang secara kepribadian dan pemikiran akan mampu menata masa depannya dg baik.
Nah, bagaimana cara menjadikan remaja berkepribadian matang?

0 komentar:

Posting Komentar